Mengenal Problem Seksual Pria: Disfungsi Ereksi & Cara Mengatasinya

Diposting pada

Dalam aktifitas seksualnya pria tidak jarang mengalami masalah, baik sebatas masalah psikologis atau memang problem seksual yang akut yang memang butuh penanganan dokter.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai disfungsi ereksi, apa itu pengertian disfungsi ereksi, apa saja yang menyebabkan pria mengalami kegagalan ereksi dan bagaimana mengatasinya.

I.Pengertian Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi & cara mengatasinya

Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria mencapai ereksi atau mempertahankan ereksi.

Ketidakmampuan ini bisa digolongkan menjadi 2 yaitu sama sekali tidak dapat menggerakkan penisnya walaupun mengalami rangsangan secara seksual.

Gejala ini disebut dengan impotensi.

Yang kedua adalah mampu mengalami ereksi tetapi tidak cukup kuat untuk melakukan penetrasi, hal ini biasa disebut dengan lemah syahwat.

Disfungsi ereksi sebenarnya banyak diderita oleh pria pada saat usia 40 tahun ke atas.

Pada saat usia 40 tahun ke atas maka hormon testosteron mulai berkurang 1% tiap tahun dan selanjutnya akan mengalami penurunan 50% saat usia 70 tahun.

Akibat penurunan hormon testosteron tentu saja gairah pria juga akan menurun.

Karena gairah seks menurun maka keinginan untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan tentu saja tidak sama seperti saat usia 30 tahun.

Namun pada saat usia 40 tahun, pria juga mengalami kematangan mental.

Biasanya pada usia ini juga ditandai dengan kemapanan finansial.

Pernah dengar khan istilah life begin at 40?

Istilah ini memang identik dengan pria.

Oleh karena itu hal ini tidak  lantas menyebabkan pria menjadi loyo dalam urusan ranjang.

Lalu faktor dominan apakah yang menyebabkan disfungsi ereksi?

Oke kita lanjut ke bab selanjutnya……..

II. 3 Hal Yang Paling Utama Yang Menyebabkan Disfungsi Ereksi & Cara Mengatasinya.

1. Karena Penyakit Yang Diderita.

Banyak penyakit yang diderita pria yang akhirnya secara langsung atau tidak langsung menyebabkan disfungsi ereksi contohnya adalah hipetensi, diabelitus,  maupun stroke.

Berikut ini penjelasan mengenai ketiganya:

Diabetus melitus

Menurut dr Yuni spPD ada 2 penyebab disfungsi ereksi pada pasien penderita Diabetus Melitus yaitu pertama terjadi gangguan syaraf pada syaraf sensorik (syaraf perasa), syaraf motorik (syaraf penggerak) dan syaraf otonom simpatis maupun para simpatis.

Yang kedua terjadi gangguan pada pembuluh darah karena terjadi pembentukan plak pada pembuluh darah sehingga menurunkan jumlah darah yang mengalir ke penis.

Hal ini akan menganggu sistem syaraf di penis.

Tapi selama urat syaraf yang memelihara alat seksual tidak terganggu biasanya kemampuan seksual pasien DM tetap normal.

Sebaliknya jika kerusakan syarafnya sudah berat dan permanen, biasanya penderita DM akan mengalami impoten yang menetap.

Dalam jangka panjang DM bisa menimbulkan aneka komplikasi yang rumit seperti gangguan jantung, stroke, kebutaan, kerusakan ginjal, inspeksi pada kaki, serta disfungsi ereksi.

Namun DM tidak menakutkan bila diketahui dari awal.

Oleh karena itu mengenal tanda tanda DM dari awal sangat penting.

Solusinya bagi penderita Diabetus melitus supaya tidak mengalami Disfungsi ereksi adalah pengaturan pola makan, dan mengurangi makanan yang tinggi gula.

Hipertensi

Untuk mencapai ereksi maka harus banyak darah yang mengalir ke penis untuk memungkinkan penis menjadi keras dan menegak.

Bila anda punya penyakit Hipertensi maka pembuluh darah akan menjadi rusak.

Kerusakan ini menyebabkan arteri kaku dan sempit yang membuat darah sulit mengalir sehingga mengurangi aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke penis.

Jika ada cukup darah yang tidak bisa mengalir ke penis seorang pria tidak bisa mencapai ereksi.

Untuk obati Disfungsi Ereksi (DE) yang disebabkan hipertensi cara simpelnya adalah bagaimana mengendalikan tekanan darah.

Hal ini dapat dilakukan dengan obat-obatan dan mulai langkah-langkah gaya hidup sehat yang berarti diet sehat rendah garam dan olahraga teratur.

Turun berat badan juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, yang pada gilirannya dapat mengobati disfungsi ereksi.

Ada banyak obat-obatan yang tersedia untuk mengobati disfungsi ereksi, tapi adalah ide yang paling baik untuk mengendalikan tekanan darah untuk kesehatan dan fungsi seksual yang lebih baik

Stroke

Pada umumnya stroke menyerang orang usia lanjut.

Namun seiring perkembangan jaman semakin ke sini banyak juga menyerang orang muda.

Stroke ditandai oleh pembekuan atau penyumbatan pembuluh darah menuju otak.

Akibat stroke adalah kelumpuhan sebagian anggota tubuh, termasuk fungsi seksual pria.

Disfungsi ereksi terjadi pada pria penderita stroke karena aliran darah yang terhambat bukan hanya menuju otak tetapi juga mempengaruhi sistem jaringan yang lain, terutama aliran darah menuju penis.

2. Pola hidup yang tidak sehat seperti merokok & minum-minuman berakhohol.

Merokok

Didalam rokok terdapat zat nikotin dan zat berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah pada sistem vaskular yang mengarah kepenyumbatan arteri.

Akhirnya penis tidak mendapat darah yang cukup karena tersumbat dan akibatnya adalah penis tidak bisa ereksi.

Pada pria berusia muda, mungkin dampak merokok belum terasa karena fisik masih kuat dan hormon seksualitas masih diperoduksi.

Hingga terus menggantikan kenikmatan dengan sebungkus rokok dan meningkatkan risiko impotensi bahkan penyakit jantung.

Risiko impotensi pada pria sebanyak 30-50% terjadi saat mereka berumur 40thn, jika dengan merokok maka akan semakin meningkatkan risiko impotensi.

Merokok juga dapat menyebabkan kuantitas dan kualitas  sperma menjadi rendah, kematian sperma tinggi dan hilangnya libido.

Jika impotensi yang disebabkan oleh merokok, maka impotensi tidak bisa di sembuhkan dengan obat, seperti obat viagra.

Bagaimana Cara Menyembuhkan Impotensi Bagi Perokok ?

Hanya ada satu cara supaya bisa terhindar dari penyakit impotensi yaitu dengan berhenti merokok dan jauhi asap rokok, ada 2 tips yang bisa dilakukan jika terkena impotensi.

a. Segera berhenti merokok. Ada berbagai macam metode atau terapi untuk berhenti merokok yang bisa dicoba. Masalah yang paling penting adalah niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok.
b. Konsultasikan kepada dokter tentang masalah impotensi anda.

Alkhohol

Mengonkonsumsi alkohol juga meningkatkan resiko pria mengalami disfungsi ereksi dan menurunkan kualitas dalam berhubungan seksual dengan pasangan.

Konsumsi minuman beralkohol juga bisa menyebabkan ukuran penis pria mengecil dan memunculkan hormon feminis pada pria, seperti rambut yang menipis, testis yang mengecil, dan lain-lain.

Hal ini terjadi karena berkurangnya hormon testosteron pada pria akibat pengaruh dari mengonsumsi minuman beralkohol.

Dampak lain yang ditimbulkan oleh pecandu alkohol adalah melakukan aktivitas seksual yang tidak aman.

Ketika seseorang berada dibawah pengaruh minuman beralkohol, biasanya ia akan kehilangan kesadaran dan fatalnya bisa memicuperilaku tindakan seks paksaan atau tindakan pemerkosaan.

Pecandu alkohol juga lebih rentan terkena penyakit impotensi, ejakulasi dini, dan penyakit seksual.

3.Masalah Psikis atau kejiwaaan

Masalah disfungsi ereksi pada pria, juga  bisa disebabkan karena masalah psikologis seperti stress ataupun kecemasan.

Tentu untuk mengatasi hal ini maka kita harus mengetahui apa yang menyebabkan stress.

Apakah masalah kerjaan di kantor yang menumpuk atau hubungan dengan atasan yang memburuk.

Msalah psikologis juga bisa berupa kecemasan akan masa depan yang tidak jelas.

Bagi beberapa orang ini bisa jadi problem yang serius.

Solusinya adalah dengan lebih mendekatkan kepada Alloh, Tuhan sekalian Alam. Agama adalah salah satu terapi yang paling manjur untuk mengatasi masalah seperti ini.

Masalah psikologis yang lain adalah hubungan dengan pasangan atau istri.

Oleh karena itu bila ada masalah cobalah lihat dari kacamata yang lain buka hanya menurut kita.

Istri kita sebagaimana manusia biasa juga punya kelemahan.

Kalau kita mau menerima seorang wanita apa adanya , itu artinya kita harus mau menerima baik kelebihan maupun kekurangannya.

Solusi untuk masalah ini adalah memperbaiki komunikasi dengan pasangan, lebih terbuka untuk membicarakan hal-hal yang mungkin mengganjal.

Tidak ada salahnya juga untuk pelajari lebih banyak ilmu tentang seks. Bisa jadi kekurangtahuan tentang seks tanpa disadari meningkatkan kecemasan pasangan dihadapan yang lain.

III. Mampukah jamu mengatasi disfungsi Ereksi? Apa herbal terbaik untuk mengatasi Disfungsi ereksi?

Pengobatan herbal adalah pengobatan yang bersifat holistik atau menyeluruh.

Untuk mengatasi disfungsi ereksi maka yang menjadi penyebab utamalah yang harus diatasi terlebih dulu.

Kedua pengobatan herbal punya reaksi yang lambat, oleh karena itu memang sering minum jamu atau obat herbal.

Jamu atau herbal yang dipercaya digunakan untuk mengatasi problema pria yang paling terkenal adalah akar purwoceng maupun pasak bumi atau di malaysia dikenal dengan tongkat ali.

Purwoceng maupun pasak bumi terkenal sebagai afrodisiak herbal terbaik yang digunakan mengatasi problem seks pria.

Sistem obat herbal adalah membantu menggerakkan sistem seksual alami tubuh.

Dengan penggunaan yang rutin dan jangka panjang pemakaian obat herbal ini akan mendorong fungsi seksual anda yang mulai menurun kembali menjadi aktif.

Anda juga tidak perlu khawatir akan menjadi tergantung dengan obat herbal ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *