Keputihan Gatal Saat Hamil & Hal 2 Yang Terkait Dengannya

Diposting pada

Keputihan gatal saat hamil tidak jarang menyerang wanita.

Tentu saja keputihan yang terjadi  pada ibu hamil berbeda dengan yang terjadi saat tidak mengandung.

Berikut ini beberapa hal rangkuman keputihan yang terjadi pada saat  hamil, semoga bisa menambah informasi sehingga bagi yang mengalaminya tidak khawatir berlebihan.

1.Keputihan tanda hamil ?

keputihan gatal saat hamil muda Biasanya wanita mengetahui ataupun mendapatkan informasi tentang tanda-tanda kehamilan seperti rasa mual, mudah lelah, bentuk tubuh berubah, dada membesar dan lain sebagainya.

Namun sedikit yang tau kalo keputihan juga salah satu tanda kehamilan lo!

Keputihan pada saat masa hamil muda  punya ciri seperti berwarna putih kekuningan kurang lebih kayak warna susu kental  manis, kental, dan tidak berbau tak sedap atau gatal.

Beda dengan keputihan akibat infeksi yang  justru gatal dan berbau tak sedap.

Keputihan saat mengandung juga tidak sama dengan keputihan biasa yang tidak berwarna.

Jika wanita mengetahui sedang hamil dan keputihan yang keluar justru berwarna bening, maka sebaiknya segera pergi ke dokter kandungan karena keputihan yang bening di saat hamil muda menunjukkan adanya gangguan pada kehamilan.

Begitu pula bila lendir yang keluar dari organ vital saat hamil berwarna keabu-abuan, kekuning-kuningan atau terdapat busa, maka semua gejala tersebut menunjukkan serangan bakteri yang bisa menimbulkan infeksi pada rahim maupun vagina.

Jumlah keluarnya cairan keputihan pada saat masa kehamilan juga lebih banyak, bahkan tidak jarang dari mulai hamil muda hingga hamil tua dan hal ini justru normal.

Keputihan yang bukan terjadi saat hamil justru keluar hanya pada saat saat tertentu.

Keputihan di waktu mengandung biasanya  juga diikuti dengan semakin tingginya intensitas buang air kecil.

Keputihan pada waktu mengandung terjadi karena adanya perubahan hormonal pada tubuh sang ibu.

Hormon estrogen yang bertambah akan memacu timbulnya keputihan di masa kehamilan.

Begitu juga adanya penebalan pada dinding rahim akan membuat aliran darah dan cairan terkonsentrasi  pada organ kewanitaan sehingga mengakibatkan keputihan.

Keputihan saat hamil muda juga tidak jarang disertai dengan adanya bercak darah.

Kebanyakan wanita beranggapan bercak darah adalah tanda menstruasi, tapi ternyata bercak darah juga bisa merupakan indikasi kehamilan.

Bercak darah ini timbul akibat implantasi, yaitu proses menempelnya janin pada dinding rahim.

Namun bila darah yang keluar semakin meningkat jumlahnya dan tidak juga berhenti bisa jadi itu bukan suatu tanda kehamilan.

2.Keputihan berwarna hijau saat hamil muda

Keputihan pada orang hamil yang berwarna kehijauan kemungkinan besar disebabkan oleh adanya infeksi trikomoniasis.

Beberapa hal yang bisa didapati pada infeksi trikomoniasis adalah sebagai berikut:

  1. Keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan dan berbau tak sedap
  2. Timbul rasa sakit, nyeri, dan gatal pada daerah genital
  3. Terasa sakit saat buang air dan saat berhubungan suami istri.

Trikomoniasis adalah penyakit akibat infeksi menular seksual yang diakibatkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Penyakit ini paling sering menular lewat hubungan seksual per vagina, oral, maupun  anal.

Atau bisa dengan cara lain seperti dari ibu ke janin lewat jalan lahir, lewat handuk basah, bak mandi atau kolanm air yang digunakan bersama.

Beberapa hal yang beresiko terkena infeksi trikomonas antara lain:

  1. Hubungan badan tanpa alat kontrasepsi
  2. Berganti ganti pasangan pasangan seksual
  3. Riwayat infeksi menular seksual sebelumnya
  4. Riwayat infeksi trikomonas sebelumnya

3.Keputihan saat hamil 6 bulan

Pada saat hamil 6 bulan wanita tidak jarang alami keputihan.

Pada saat kehamilan 6 bulan, gerakan janin memang menjadi sangat aktif. Mungkin itu yang membuat wanita banyak yang khawatir jangan-jangan keputihan menganggu kesehatan janinnya.

Keputihan saat hamil sebenarnya tidak selalu berbahaya, meski begitu patut diperhatikan.

Keputihan yang terjadi pada ibu yang sedang mengandung memang lebih banyak daripada wanita yang tidak mengandung.

Hal ini biasa terjadi dan disebabkan oleh beberapa alasan.

Pertama, bertambahnya produksi hormon estrogen dan meningkatnya aliran darah ke area vagina.

Kedua, melunaknya serviks dan dinding organ kewanitaan pada saat hamil yang membuat daerah ini mudah terinfeksi, yang menyebabkan produksi keputihan meningkat agar infeksi tidak masuk ke dalam rahim.

Keputihan yang tidak berbahaya cenderung encer, berwarna bening hingga putih susu dan tidak berbau.

Sedangkan yang abnormal biasanya mempunyai warna hijau atau kekuningan, menggumpal seperti keju, berbau tak sedap bahkan amis, serta dapat disertai kemerahan atau rasa gatal.

Keputihan yang abnormal ini paling sering diakibatkan infeksi jamur Candida Albicans.

4.Keputihan saat hamil 8-9 bulan

Keputihan pada masa akhir kandungan bisa terjadi namun jika keputihan mempunyai warna putih susu dan timbul rasa  gatal / bau menyengat maka hal ini merupakan keputihan yang tidak normal yang merupakan indikasi infeksi pada organ intim wanita.

Pada saat persalinan akan keluar lendir bening seperti keputihan yang semakin banyak dan ada sedikit keluar darah (lendir bercampur darah).

Pada masa hamil tua, infeksi keputihan bisa mudah terjadi sebab kondisi hormonal, gangguan kelembaban daerah vagina, dan sulitnya wanita membersihkan alat vitalnya sebab perut yang semakin membesar..

Untuk lebih jelasnya, anda bisa menghubungi dokter kandungan.

Semoga membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *